Kunci Motor Tertinggal, Dimintai Uang Tebusan Ratusan Ribu Rupiah.

disclaimer : Tulisan di bawah tidak bermaksud untuk menyudutkan atau mengkritik ITB secara general, melainkan oknum petugas parkir yang kebetulan mengelola parkir sepeda motor di kampus ITB pada hari Selasa, tanggal 30 Juni 2009 pukul 13:35.

Yha, saya memang memiliki penyakit ketinggalan kunci motor di jok tiap setelah memasukkan barang ke dalam jok motor. Dan di tempat-tempat parkir manapun biasanya kuncinya diamankan oleh petugas parkir atau satpam, dan untuk mengambilnya hanya tinggal menunjukkan STNK dan karcis parkir saja. Itupun tidak dimintai tips oleh sang petugas. Kejadian yang saya alami kemarin siang sangatlah mengesalkan karena selain Para petugas Parkirnya sempat membohongi dan mengintimidasi saya dengan menyatakan bahwa motor saya hilang, dan mereka bisa melacaknya dengan memberikan uang tebusan ratusan ribu rupiah yang berkedok infaq.

Berikut cerita nya…

Kemarin, Selasa tanggal 30 Juni 2009, saya pergi ke Gedung Kayu di Salman ITB. Seperti biasanya saya selalu parkir di pelataran parkir ITB, yang berada di depan Masjid Salman ITB. Setelah parkir pun saya langsung menuju tempat tujuan saya dan beraktifitas disana.

2 jam kemudian saya kembali ke area parkir ITB tersebut .Dan saat kembali ke tempat parkir, tercenganglah, karena motor saya tidak ada ditempat tersebut sebagaimana mestinya. Saya langsung mengecek isi tas apakah kuncinya masih ada, ternyata kuncinya tidak ada. Kemungkinan besar tertinggal di jok motor saat  saya menyimpan helm dibawah jok motor. Memang saya sering mengalami hal ini, karena penyakit atau kebiasaan buruk saya.

Saya masih menyempatkan keliling tempat parkir untuk mencari motor saya sebentar sebelum akhirnya saya bertanya pada petugas parkir. Dan berikut percakapan dari petugas parkir dengan saya yang meyakinkan bahwa motor saya benar-benar raib dibawa pencuri :

“Pak, apakah ada motor yang keluar tanpa karcis??”
“Oh, kita enggak pernah ngeluarin motor gak pakei tiket neng, memang kenapa neng?.”
“motor saya tadi diparkir disana tapi kok sekarang gak ada Pak? berarti ada yang bawa kan Pak??”
“motor apa neng?”
“Honda Pak.”
“Honda kan banyak, Honda apa??”
“Supra Fit X Pak”
“Karcis parkirnya ada?, STNK? Kunci?”
“Karcis sama STNK ada pak, tapi kuncinya sepertinya ketinggalan”

Kemudian ada seorang petugas parkir, Pak B yang ikut menimpali.

“Owh iya neng, saya tadi ngeluarin motor Honda, platnya saya lupa tapi depannya W kan??”
“Haaaaa, (aku mulai panik, dan emosi) Loh kok bisa Pak, katanya gak ngeluarin motor sembarangan tapi motor saya dikeluarin seenaknya!!”
“iya tadi ada yang keluar, bawa motor itu”

Petugas Parkir A menyela “tenang aja neng, disini sering kok kayak gitu, biasanya ntar kembali motornya, tulis ajah dulu biodata neng di buku ini, nanti kita yang lacak dimana motornya”

Si Bapak A, memberikan sebuah buku kecil panjang, seperti buku kas dengan hardcover biru belang belang kehijauan, yang di tiap halamannya sudah ditulisi nama, nim/jurusan, plat nomor motor, infaq.

“Loh kok bisa pak, emang bapak kenal sama pencurinya? kok bisa dilacak gituh? benaran bisa kembali motor saya Pak”

“Udah neng isi dulu ajah bukunya, infaqnya juga sekalian, neng harus infaq, jangan nanggung2 kalau infaq, infaq yang gede, InsyaAllah cepet dilacaknya”

Sebelum saya mengisi buku yang sudah terisi hampir setengahnya itu, saya melihat-lihat daftar motor hilang yang tertulis disitu, infaqnya bervariasi ada yang 200ribu, 150ribu, 40ribu,dll. saya masih heran kenapa bisa motor hilang bisa dilacak, dengan memberikan infaq,saya pun bertanya lagi

“Bener Pak, motornya bisa dilacak? berapa hari ketemunya?, kok gak ada kolom no handphone atau alamat, bapak nanti kasih kabar kemana kalau motornya sudah ketemu?”

“udah neng, ditulis ajah dulu, jangan lupa infaqnya jangan nanggung-nanggung biar cepet dilacaknya.”

Walaupun prosedur ini terasa aneh, saya pun tetap menulis di buku itu dan menuliskan 200.000 rupiah untuk infaq, saya benar-benar ingin sekali, motor saya cepat diketemukan, karena saya bingung harus bilang apa kepada orang rumah jika saya pulang tidak membawa motor.

Setelah saya selesai mengisi buku tersebut, saya tidak langsung memberikan buku tersebut.

“Pak sudah”
“Iyah, nie neng motornya sudah kita temuin kok tadi, ini motornya”
“loh kok bisa pak?” karena merasa ada yang tidak beres, saya coret-coret infaq yang tadi saya tulis, jadi 100.000.

“iya ada motornya, bentar diambilin dulu”
Dan bapak B tiba-tiba datang dan membawakan motor saya.

Karena saat itu perasaan saya campur aduk, antara cemas dantakut karena kehilangan, serta  merasa dibohongi, dan diintimidasi, saya hanya bengong dan diam, seperti orang ling lung.

Bapak B menyerahkan kuncinya, saya langsung menaiki motor. kemudian Bapak A langsung berkata “Neng jangan lupa uang tebusannya yha, yang tadi udah ditulis ituh” sambil tersnyum simpul.

Saya pun makin merasa kesal, dan langsung saja  memberi uang 100.000 yang kemudian oleh sang tukang parkir 3 dicium uangnya sebelum dimasukkan ke kotak penyimpanan uang.

Ini mungkin sekedar berbagi informasi agar teman-teman yang mungkin akan parkir disana, jika mengalami kejadian serupa hendaknya jangan terpancing dengan pernyataan dari para petugas itu.Sekaligus konfirmasi kepada teman-teman yang kuliah disana, apakah memang sistem itu kebijakan dari institusi, atau memang dari Petugas Parkirnya saja yang menetapkan peraturan seperti itu?? dan untuk para pembaca lainnya Apakah hal itu merupakan kelaziman?

Awalnya saya ikhlas memberikan uang 100.000 tersebut kepada para petugas parkir jika memang mereka mau membantu melacak motor saya, tapi ternyata mereka dengan sengaja memindahkan dan menyembunyikan motor saya dan mengarang cerita bahwa motor saya hilang dan kemudian menyebut infaq tadi sebagai uang tebusan. Jujur setelah saya mendengar hal itu saya menjadi tidak rela.

& Komentar

  1. keterlaluan banget itu mel…. kok orang nyari rejeki gitu ya caranya.. haduh,,, biar Allah aja mel yg ngebales.. yg penting skrg disyukuri motornya dah ketemu..

    dan…

    ojok lalian ninggalno kunci ndukk….. ckckckck.. :p

  2. waduh ….
    bener2 sistem yang mengintimindasi :)
    walah …. kekny petugas parkirnya ga dgaji ma ITB yak .. :D

  3. wah buset,.. yang bener? tolong kasih taw tempat parkir belah mana? nanti saya laporkan…kebetulan saya tahu org2 di sono,.. biar ditindaklanjuti

    saya parkirnya di tempat parkir dalam ITB yang deket Salman itu, yang sebelum Taman Ganesha. Kalau bisa sih ditindaklanjuti, karena dari pengakuan mahasiswa-mahasiswa ITB sndr memang banyak yang mengalami hal yang sama seperti saya. Hal itu bisa dilihat dari komen-komen mengenai postingan saya di kaskus http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2128111&page=2

  4. ngucapin terima kasih dulu ahhh ke Pak Petugas ituh, aku jadi bener2 kapok dan pengen merubah kebiasaan buruk ituh, hohoho

  5. yang menarik adalah ketika temanku coba posting tulisan ini di kaskus ternyata banyak respon dari anak-anak ITB yang juga pernah mengalaminya, dan jumlahnya cukup banyak.. bisa dilihat disini postingan dan komen dari para kaskuser

    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2128111

  6. heran deh, kenapa yha kok nda ada yang coba melaporkan dari mahasiswa ITB yang pernah ngalaminnya… hmmm mungkin kasusnya enggak dibohong2in kayak aku kali yhaaaa….
    Pak tukang parkir tobat pak, jangan pakei bohonglah kalau mau minta imbalan mah, kalau bilang sejak awal kuncinya ada sama bapak kan, saya mah dengan senang hati ngasih bapak berapapun.
    Tapi terima kasih Pak, anda telah sukses bikin saya kapok, dan pengen berubah supaya gak teledor lagih… Thumbs Up… :)

  7. Parkir di bonbin aja Mel

  8. astaghfirullah
    bnr2 kaget bacanya….
    ga nyangka…
    untunglah klo parkir dsana ga pnh smpe ktinggalan kunci :D

  9. Thx buat infonya. Smoga bisa ditindak lanjuti oleh pihak ITB oknum2 seperti itu.

  10. bener2 de tu tukang parkir, nyari rejeki dg mengintimidasi seseorang. Kan sm dg pemerasan tu.
    Pelajaran berharga tu, mel. Peringatan jg bg yg suka teledor ninggalin kunci d mtr.

  11. #-o Ya ampun, ampe segitunya ya buat nyari tambahan.. ngeri juga bacanya..
    untuk Bapak A dan Bapak B >> “Bohong itu Dosa”

    Buat Amel >> Alhamdulillah masi balik motornya, coba klu diembat tukang parkir.. wiw.. ga banged.. Semoga ga ceroboh lagi yaa, heheu.

    Btw lam kenal ;)

  12. gila tuh tukang parkir.. ga nulis juga kalo dah nemuin kuncinya pasti kita kasih imbalan.. tapi kalo caranya gini, uang halal bisa jadi uang ga ikhlas

    namanya sapa tuh satpam.. biar ane masukin di detik, kaskus, n smua forum dech..

    keterlaluan, eh sekalian di cc ke pihak kampus

    • iyah, udah temenku bantuin posting di kaskus… hehehe nda ada tindak lanjut…

  13. iyah harusnya dilaporin aja ke polisi biar ga ada korban lagi….kan jelas tuh ada tindakan percobaan untuk melakukan pencurian. coba kalau ga ngasih motornya belum tentu di balikin.

  14. sempat heran membaca tulisan kamu mel, dimana yang namanya Moral Kejujuran oleh oknum2 tukang parkir. Semoga kasus seperti itu hanya terjadi disitu saja dan Semoga kawan2 yang berlokasi di dekat situ bisa menindaklanjuti ke pihak2 yang bersangkutan dan berwenang. Paling tidak, semoga ada warga yang dituakan bisa memberi siraman rohani.


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar